INDONESIANMIND.COM | Jakarta - 27 Januari 2026 Sate merupakan salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia dengan cita rasa gurih dan bumbu khas. Meski lezat, konsumsi sate secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, terutama jika tidak diimbangi pola makan seimbang.
Asupan lemak jenuh meningkat
Sate, terutama dari daging berlemak, mengandung lemak jenuh yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung jika dikonsumsi berlebihan.
Berisiko menaikkan kolesterol
Pembakaran daging dan penggunaan bumbu kacang atau santan berlebihan berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
Kandungan kalori relatif tinggi
Sate umumnya padat kalori, sehingga mudah memicu kelebihan energi jika sering dikonsumsi tanpa kontrol porsi.
Potensi gangguan pencernaan
Bumbu pekat dan daging yang sulit dicerna dapat memicu masalah lambung pada sebagian orang.
Risiko tekanan darah naik
Kandungan garam dan kecap dalam bumbu sate dapat meningkatkan asupan natrium harian.
Paparan zat karsinogenik
Proses pembakaran pada suhu tinggi berpotensi menghasilkan senyawa berbahaya jika terlalu sering dikonsumsi.
Kurang serat
Sate umumnya minim sayuran, sehingga tidak mencukupi kebutuhan serat harian.
Berisiko menambah berat badan
Kombinasi lemak, kalori, dan saus membuat sate mudah berkontribusi pada kenaikan berat badan.
Tidak selalu seimbang gizinya
Jika hanya mengandalkan sate tanpa lauk pendamping sehat, asupan vitamin dan mineral bisa kurang optimal.
Aman jika dikonsumsi dengan bijak
Risiko dapat diminimalkan dengan membatasi porsi, memilih daging tanpa lemak, dan menambahkan sayuran.

0 Komentar