IndonesiaMind.Com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) resmi menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II di Provinsi Banten, Sabtu (13/6/2026). Mengusung tema "Meneguhkan Kedaulatan, Menguatkan Persatuan," agenda ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi perjalanan gerakan sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi ke depan.
Rapimnas II ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah, hingga Pengurus Daerah Luar Negeri (PDLN) KAMMI dari seluruh penjuru Indonesia.
Hadir dalam pembukaan sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Anggota DPR RI Dapil Banten II, Dr. H. Jazuli Juwaini, M.A., serta Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementan, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., yang mewakili Menteri Pertanian.
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Kh., M.K.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya Rapimnas II sebagai momentum penguatan arah perjuangan. Ia menegaskan, kader KAMMI harus menjadi pelopor yang solutif dalam menjawab tantangan kebangsaan.
"Rapimnas II bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ikhtiar bersama untuk memperkuat persatuan, meneguhkan kedaulatan, dan memastikan KAMMI tetap menjadi bagian dari solusi nyata bagi umat dan bangsa," tegas Ahmad Jundi.
Tuan rumah Rapimnas II, Ketua Umum PW KAMMI Banten, Suryansah, menyatakan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan kepada Banten. Ia berharap forum nasional ini dapat meningkatkan militansi kader dan memperkuat jejaring antarwilayah.
Senada, SC Rapimnas II, M. Alfiansyah, menjelaskan bahwa forum akan fokus pada pembahasan strategis, mulai dari penguatan sistem kaderisasi hingga sikap organisasi terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan politik bangsa.
Dari sisi teknis, Ketua OC Rapimnas II, Wahyu Andrie Septyo, memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Ia berharap, dari diskusi-diskusi intensif selama Rapimnas, akan lahir rekomendasi konkret yang menjadi pedoman gerak KAMMI ke depan.
Melalui perhelatan ini, KAMMI berkomitmen untuk terus memupuk soliditas internal serta memperteguh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan demi memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Indonesia.

Komentar0