INDONESIANMIND.COM| Jakarta - Ketua DPD Sultan Najamudin menanggapi pencalonan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menyatakan tidak mempermasalahkan pencalonan tersebut selama tidak menimbulkan konflik kepentingan.
Sultan mengatakan, selama proses pencalonan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka hal tersebut patut dihargai. Menurutnya, aspek terpenting adalah memastikan tidak adanya konflik kepentingan dalam jabatan strategis di bank sentral.
Ia juga mengaku telah memperoleh informasi bahwa Thomas Djiwandono—yang akrab disapa Tommy—sudah tidak lagi terlibat dalam partai politik. Hal ini dinilai krusial mengingat Bank Indonesia harus menjaga independensinya dalam menjalankan fungsi pengawasan moneter dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk menekan angka pengangguran.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI tidak melibatkan campur tangan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut usulan tersebut murni berasal dari Gubernur BI, Perry Warjiyo.
Dasco menjelaskan, pemilihan calon Deputi Gubernur BI dilakukan melalui mekanisme kolektif kolegial. Karena itu, ia menepis anggapan adanya intervensi presiden, meskipun Thomas Djiwandono memiliki hubungan keluarga dengan Prabowo.
Lebih lanjut, Dasco menyampaikan bahwa saat ini Thomas Djiwandono sudah tidak tercatat dalam struktur kepengurusan Partai Gerindra. Keputusan tersebut, kata dia, telah ditetapkan sejak pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
0 Komentar