Breaking News

Pemerintah Konfirmasi Hari Awal Puasa Ramadhan 2026 Tidak Dijadikan Hari Libur Nasional


INDONESIANMIND.COM | Pemerintah Indonesia secara resmi mengonfirmasi bahwa tanggal pertama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah pada tahun 2026 tidak akan dijadikan hari libur nasional atau cuti bersama. Keputusan ini merujuk pada Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2026 yang telah dikeluarkan pada September 2025.

Walaupun dua organisasi Islam besar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), bersama dengan pemerintah melalui Kementerian Agama, telah memperkirakan tanggal mulai puasa Ramadhan 2026, tanggal-tanggal tersebut tidak tercantum dalam daftar hari libur resmi.

SKB Tiga Menteri Menetapkan 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama 

Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025 telah menetapkan total 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama selama tahun 2026.

Penandatanganan SKB tersebut dilakukan pada Jumat, 19 September 2025, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menyatakan bahwa penetapan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas hari kerja, serta memberikan panduan bagi lembaga pemerintah, perusahaan swasta, dan masyarakat dalam menyusun rencana kerja atau agenda tahunan.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menambahkan bahwa keputusan tersebut telah melalui kajian teknis antar kementerian untuk memberikan kepastian kepada masyarakat dan dunia bisnis.

Dalam daftar resmi itu, tidak ada penetapan hari libur nasional atau cuti bersama yang bersamaan dengan perkiraan hari pertama puasa Ramadhan 1447 H. Libur terkait perayaan Idulfitri 1447 H, yang merupakan klimaks ibadah puasa, akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret, dan Minggu, 22 Maret 2026 sebagai hari libur nasional.

Adapun cuti bersama Idulfitri 1447 H akan berlangsung pada Jumat, 20 Maret, Senin, 23 Maret, dan Selasa, 24 Maret 2026.

Perbedaan Perkiraan Awal Ramadhan 2026

Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia, termasuk Ramadhan, sering melibatkan dua metode utama: hisab (kalkulasi astronomi) dan rukyatul hilal (observasi langsung hilal atau bulan sabit). Perbedaan metode ini sering menyebabkan variasi tanggal awal puasa di antara organisasi masyarakat Islam.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan mengikuti Kalender Hijriah Global Tunggal yang menjadi acuan organisasi tersebut.

Sebaliknya, pemerintah melalui Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama diperkirakan akan memulai puasa satu hari kemudian, yaitu pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan resmi pemerintah akan diumumkan setelah Sidang Isbat yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026. Sidang tersebut akan mengombinasikan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan di Indonesia untuk menentukan keputusan akhir bagi umat Islam yang mengikuti arahan pemerintah.

Perkiraan tanggal 19 Februari 2026 untuk awal Ramadhan oleh Kemenag dan NU sesuai dengan kalender resmi Kementerian Agama dan Almanak NU Tahun 2026 yang disusun oleh Lembaga Falakiyah Pengurus Besar NU.

Dampak bagi Masyarakat

Dengan penetapan jadwal libur nasional dan cuti bersama yang telah resmi, masyarakat memiliki panduan jelas untuk merencanakan aktivitas.

Walaupun hari pertama Ramadhan tidak termasuk hari libur, masyarakat dapat bersiap untuk memulai ibadah puasa sesuai dengan penetapan dari masing-masing organisasi keagamaan atau pemerintah setelah Sidang Isbat.

Kepastian jadwal ini diharapkan dapat membantu pengaturan kegiatan pribadi, perjalanan, dan layanan publik dengan lebih efisien selama tahun 2026.

Sumber: IHRAM.com - Pemerintah Pastikan Hari Pertama Bulan Puasa Ramadhan 2026 Bukan Libur Nasional

0 Komentar

© Copyright 2022 - Indonesian Mind