
Sebelum berangkat, Menteri Agama menjelaskan bahwa undangan sebagai pembicara kunci menunjukkan pengakuan dunia terhadap kontribusi Indonesia dalam mengembangkan gagasan ekoteologi yang didasarkan pada nilai-nilai agama dan upaya menjaga lingkungan.
"Pertama, dengan izin Bapak Presiden, ada undangan yang sangat mulia yang diberikan kepada kami sebagai pembicara utama dalam seminar internasional tentang ekoteologi," kata Nasaruddin Umar.
Ia menganggap bahwa minat global terhadap konsep ekoteologi yang dikembangkan Indonesia semakin meningkat. Topik ini sebelumnya juga dibahas dalam forum antaragama di Vatikan dan mendapat tanggapan dari berbagai pemimpin agama dunia.
"Saya tidak tahu apakah itu dampak dari Indonesia yang selama ini memperkenalkan konsep ekoteologi, termasuk di Vatikan baru-baru ini, dan ternyata menjadi isu global. Nah, Indonesia dianggap paling tepat untuk membahas ekoteologi saat ini," tambahnya.
Di samping menghadiri forum akademik internasional, Menteri Agama juga membawa agenda tambahan yaitu eksplorasi kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar. Rencana ini sesuai dengan instruksi Presiden yang telah disampaikan dalam berbagai pertemuan bilateral dengan negara-negara Muslim, seperti Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania.
Menurut Nasaruddin Umar, tantangan pendidikan di Mesir kini semakin berat karena bertambahnya jumlah pengungsi dan mahasiswa asing, sementara ekonomi juga mengalami kesulitan. Kondisi ini mendorong beberapa negara Muslim untuk mendukung pendirian cabang Universitas Al-Azhar di luar Mesir.
"Pak Prabowo mempertimbangkan saran dari Qatar bahwa saatnya Al-Azhar didukung dengan membuka cabang di Indonesia, agar anak-anak Asia Tenggara tidak perlu jauh-jauh ke Mesir," jelas Nasaruddin Umar.
Bentuk kerja sama yang akan didiskusikan mencakup program gelar ganda atau model lain yang memungkinkan dosen Al-Azhar mengajar di Indonesia dengan bantuan fasilitas pendidikan lokal. Seminar internasional yang digagas Universitas Al-Azhar itu menekankan pentingnya menjaga lingkungan melalui pendekatan agama dengan melibatkan partisipan dari berbagai negara dan agama.
Sumber: MCINews.com - Penuhi Undangan Al-Azhar Kairo, Menteri Agama Bahas Kerja Sama Pendidikan
0 Komentar