INDONESIANMIND.COM | Serang - Di tengah sorotan publik terhadap kebijakan efisiensi anggaran, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pulau Dewata. Seluruh anggota Komisi I, II, dan III DPRD dipastikan berada di Bali selama beberapa hari untuk menjalankan sejumlah agenda. Sekretaris Dewan DPRD Kota Bima, Ihya Ghazali, menjelaskan bahwa kunker ini bertujuan untuk melakukan studi banding ke Pemerintah Kabupaten Badung dan Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional X.
Menurut Ihya Ghazali, masing-masing komisi memiliki tujuan tertentu. Komisi I fokus membahas tata kelola kepegawaian, perencanaan kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), dan sistem mutasi berbasis meritokrasi di Kantor BKN. Sementara itu, anggota Komisi II dan III melakukan kunjungan ke Pemkab Badung dengan agenda membahas pengembangan infrastruktur, pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata, hingga pengelolaan sampah dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). “Sabtu sudah balik ke Kota Bima,” ujar Ihya, Kamis (22/1/2026), menegaskan bahwa kunker ini akan segera berakhir.
Meski pihak DPRD Kota Bima telah memberikan penjelasan resmi mengenai tujuan substantif kunker ini, keputusan untuk memilih Bali sebagai lokasi studi banding tetap mengundang tanya di tengah iklim penghematan anggaran. Masyarakat sering menilai efektivitas dan urgensi perjalanan dinas semacam ini, terutama ketika metode seperti pertemuan virtual atau kunjungan ke daerah dengan karakteristik dan tantangan yang lebih mirip bisa menjadi alternatif yang lebih efisien. Kejelasan mengenai besaran anggaran yang dikeluarkan serta luaran konkret yang dihasilkan dari kunker ini menjadi penting untuk memastikan akuntabilitas penggunaan uang rakyat.
Sumber: www.detik.com - anggota DPRD kota Bima ramai-ramai ke Bali di tengah efisiensi anggaran
0 Komentar