Breaking News

Kontroversi Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang Bernilai Rp2,3 Miliar, Pemkab: Termasuk Taman Literasi Digital

INDONESIANMIND.COM | Tangerang — Pembangunan Tugu Titik Nol Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Kecamatan Tigaraksa menimbulkan perdebatan publik setelah anggarannya mencapai Rp2,3 miliar. Beberapa warga mempertanyakan besarnya biaya yang dikeluarkan, sementara pemerintah daerah menjelaskan bahwa proyek itu tidak hanya berupa monumen tapi juga termasuk fasilitas edukatif. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan bahwa anggaran tersebut mencakup pembangunan Taman Literasi Digital di belakang tugu. Area ini dirancang sebagai ruang edukasi modern yang dilengkapi perangkat teknologi informasi, seperti audio, video, buku elektronik, ensiklopedia, hingga jurnal penelitian, sekaligus tetap menyediakan buku cetak bagi pengunjung. 

Erwin menjelaskan bahwa taman literasi digital akan dibuka untuk kunjungan rutin sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang dan direncanakan mulai beroperasi sekitar enam bulan mendatang setelah semua prasarana digital terpasang. Ia menekankan bahwa tujuan utama proyek ini adalah meningkatkan literasi masyarakat dan memperkuat keterampilan belajar melalui teknologi, di tengah upaya daerah menyongsong target pembangunan jangka panjang. 

Meskipun demikian, sejumlah warga tetap mempertanyakan rasio antara nilai anggaran dan bentuk fisik fasilitas yang terlihat saat ini. Seorang warga, Arga, mengaku terkejut dengan nominal proyek dan menilai bahwa bangunan di belakang tugu belum tampak sepadan dengan biaya yang dihabiskan. “Saya rasa tidak sampai Rp2,3 miliar. Rasanya kurang masuk akal,” ujarnya. Namun ia berharap fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk edukasi dan bukan sekadar menjadi pajangan estetis semata. 

Pemkab sendiri berharap bahwa proyek Tugu Titik Nol dan Taman Literasi Digital akan menjadi destinasi edukatif yang ramai pengunjung, terutama oleh generasi muda dan pelajar lokal, sehingga benar-benar mampu meningkatkan budaya literasi di masyarakat. 

Sumber:

0 Komentar

© Copyright 2022 - Indonesian Mind