INDONESIANMIND.COM | Jawa Barat - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat meminta percepatan integrasi layanan Balai Kesehatan Paru (BKP) Cirebon dengan fasilitas kesehatan lain di wilayah Cirebon Raya. Sorotan disampaikan dalam rapat evaluasi komisi yang membahas efektivitas pelayanan publik di sektor kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit paru dan TBC.
Anggota Komisi V menilai bahwa meskipun BKP Cirebon telah berperan menyeluruh dalam diagnosa dan terapi penyakit pernapasan, masih terdapat kendala koordinasi antar unit pelayanan kesehatan. Hal ini dinilai berdampak pada akses layanan yang belum optimal, termasuk kala rujukan pasien harus melalui tahapan panjang dan belum terhubung secara terpadu dengan rumah sakit umum atau puskesmas di daerah sekitarnya.
Dalam pembahasan tersebut, DPRD Jabar juga menekankan perlunya dukungan teknologi informasi dan sumber daya manusia yang memadai untuk memperkuat sistem rujukan serta alur pelayanan kesehatan. Komisi V mendorong agar Pemerintah Provinsi Jabar bersama dinas terkait dapat merancang langkah strategis dalam membangun jaringan kerja yang kuat antara BKP Cirebon dan fasilitas kesehatan lain agar layanan kesehatan paru masyarakat menjadi lebih terjangkau, cepat, dan efektif.
Sumber: www.jabarnews.com - Komisi V DPRD Jabar Soroti Dampak Integrasi Balai Kesehatan Paru ke RSUD Sidawangi Cirebon

0 Komentar