![]() |
| (Dok. Istimewa) |
INDONESIANMIND.COM | Serang – Kondisi kepemudaan di Provinsi Banten tengah berada dalam situasi yang memprihatinkan. Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten saat ini tercatat terbelah menjadi empat kepengurusan, yang berpotensi memperlemah konsolidasi dan peran strategis pemuda dalam pembangunan daerah.
Empat figur yang masing-masing mengklaim atau ditetapkan sebagai Ketua DPD KNPI Provinsi Banten tersebut adalah Rano Alfath, Dwi Nopriadi Atma Wijaya, Tito Istianto yang terpilih melalui forum pada 24 Januari 2026, serta Kiki Fauzi yang ditunjuk oleh DPP KNPI pada tanggal yang sama, 24 Januari 2026.
Melihat kondisi ini, INSPIRA BADKO Banten (Inisiator Perjuangan Ide Rakyat) menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya fragmentasi kepemudaan yang dinilai dapat berdampak langsung pada stagnasi gerakan pemuda di Banten.
Ketua Umum INSPIRA, Taufik Rahmat, menegaskan bahwa perpecahan KNPI tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi yang jelas dan bermartabat.
“KNPI adalah rumah besar pemuda. Ketika rumah ini terbelah menjadi empat, yang dirugikan bukan hanya organisasi, tapi masa depan pemuda Banten secara keseluruhan,” ujar Taufik Rahmat dalam keterangannya, Senin, 26 Januari 2026.
INSPIRA BADKO Banten secara tegas mendorong Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota untuk turun tangan secara aktif sebagai fasilitator dan penengah, guna mendorong proses rekonsiliasi dan penyatuan KNPI secara adil, objektif, dan konstitusional.
Menurut Taufik, pemerintah memiliki kepentingan strategis untuk memastikan pemuda berada dalam satu barisan yang solid, mengingat KNPI merupakan mitra resmi pemerintah dalam pembangunan kepemudaan.
“Kami tidak berpihak pada salah satu kubu. Yang kami perjuangkan adalah persatuan pemuda. Pemerintah daerah harus hadir, bukan untuk mengintervensi, tetapi memfasilitasi dialog dan penyatuan agar tidak terjadi konflik berkepanjangan,” tegasnya.
INSPIRA BADKO Banten juga mengingatkan bahwa perpecahan yang terus berlanjut berpotensi memicu konflik horizontal di tingkat organisasi kepemudaan, sekaligus menghambat program-program kepemudaan yang seharusnya berjalan secara maksimal.
Sebagai penutup, INSPIRA menyerukan kepada seluruh elemen KNPI di Provinsi Banten untuk mengutamakan kepentingan pemuda di atas ego kelompok, serta membuka ruang dialog yang konstruktif demi terwujudnya KNPI Banten yang satu, kuat, dan berdaya saing.

0 Komentar