Breaking News

Ironi Integritas Tinggi, Wali Kota Madiun Justru Terseret Kasus Korupsi


 INDONESIANMIND.COM | Madiun, 23 Januari 2026 - Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025 mencatat Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun sebagai salah satu daerah dengan skor tertinggi secara nasional dalam mengukur tingkat integritas dan potensi risiko korupsi. Namun, pencapaian tersebut kini ternodai setelah Wali Kota Madiun, Maidi, tersangkut kasus dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 


Dalam survei itu, Pemkot Madiun meraih skor 82,3, berada di atas rata‑rata nasional yang sekitar 72,32 dan masuk dalam kategori “terjaga” atau sangat baik. Skor tinggi ini biasanya mencerminkan upaya kuat pemerintah daerah dalam mencegah praktik korupsi melalui sistem dan kebijakan internal yang efektif. 


Ironisnya, meskipun berada di peringkat atas dalam SPI, Maidi justru ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK menyusul operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada 19 Januari 2026. Penetapan tersebut dilakukan dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan gratifikasi selama masa jabatannya sebagai wali kota. KPK menyatakan bahwa skor SPI yang tinggi tidak otomatis menjamin bebasnya sebuah daerah dari praktik korupsi, karena SPI adalah alat untuk mengidentifikasi potensi risiko, bukan bukti ketiadaan tindak pidana. 


Kasus yang menjerat Maidi dipandang sejumlah pengamat sebagai contoh nyata bahwa pencapaian indeks atau peringkat tidak selalu mencerminkan keadaan faktual di lapangan. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa perbaikan sistem pencegahan korupsi harus diiringi dengan penguatan integritas individu dalam jabatan publik, agar kepercayaan masyarakat terhadap hasil survei dan kerja pemerintahan tidak tergoyahkan. 


Sumber:  Ironi Pemkot Madiun: Dapat Penilaian Integritas Tertinggi, tapi Wali Kota Terjerat Korupsi

0 Komentar

© Copyright 2022 - Indonesian Mind