Hasil peringkat yang stagnan ini memicu diskusi luas di kalangan pelatih, pemain, dan suporter tentang strategi serta arah pembinaan sepak bola di Indonesia. Banyak pihak menilai bahwa stagnasi tersebut mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap model pembinaan pemain muda, kualitas kompetisi domestik, dan standardisasi fasilitas latihan di seluruh Indonesia.
Beberapa pelatih nasional mengingatkan bahwa ranking bukan sekadar angka, tetapi juga cerminan hasil kompetisi dan konsistensi performa tim di laga internasional. Mereka menyarankan agar federasi sepak bola mempertimbangkan untuk menambah jumlah pertandingan persahabatan internasional bagi timnas guna meningkatkan pengalaman pemain menghadapi kekuatan sepak bola dari berbagai kawasan.
Di sisi lain, para pemain pun memberikan pandangannya masing-masing tentang pentingnya perubahan gaya bermain serta pelatihan yang lebih terintegrasi dengan standar global. Dukungan pelatih kepala timnas, dan kerja sama dengan klub domestik dalam menyaring serta membina talenta muda, juga dinilai menjadi kunci perkembangan prestasi sepak bola Indonesia ke depan.
Stagnasi peringkat ini bukan hanya menjadi tantangan sportif, tetapi juga memengaruhi persepsi internasional terhadap sepak bola Indonesia. Semakin kompetitifnya dunia sepak bola Asia Tenggara membuat perbaikan segera menjadi kebutuhan penting untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi, termasuk target turun di ASEAN Cup dan kualifikasi Piala Dunia.
Masyarakat suporter kini berharap agar hasil peringkat ini menjadi momentum untuk perbaikan sistem, bukan hanya kritik semata, serta mendorong kebangkitan sepak bola Indonesia di berbagai level kompetisi.
Sumber :
VOI.id — Latest FIFA Ranking in January 2026: Indonesia National Team Stuck at 122nd Position in the World
0 Komentar