INDONESIANMIND.COM | Serang - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa gizi seimbang bukan sekedar urusan kenyang, melainkan fondasi kritis yang menentukan kualitas generasi penerus bangsa. Peringatan Hari Gizi Nasional 2026 yang jatuh setiap tanggal 25 Januari menjadi momentum untuk mengingatkan keluarga bahwa perhatian terhadap komposisi gizi harus dimulai dari rumah. “Komposisi gizi itu perlu diperhatikan. Kita perlu tahu makanan itu manfaatnya apa untuk tubuh kita,” ujar Dadan, Rabu (21/1), menekankan pentingnya pemahaman, bukan sekadar makanan jumlah.
Menghadapi tantangan di mana sekitar 60 persen anak Indonesia tidak memiliki akses terhadap menu gizi seimbang dan susu, pemerintah menghadirkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai strategi intervensi. Program yang menyasar anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui ini telah menunjukkan pencapaian yang signifikan. Hingga akhir tahun 2025, lebih dari 55,1 juta orang telah menjadi penerima manfaat melalui 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan realisasi anggaran mencapai Rp55,2 triliun. Dadan memandang investasi gizi hari ini sebagai kunci untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing dalam 20 tahun ke depan.
Pencapaian program MBG patut diapresiasi, namun perjalanan menuju perbaikan gizi nasional masih panjang. Keberhasilan jangka panjang tidak hanya bergantung pada intervensi negara, tetapi juga pada perubahan pola pikir di tingkat keluarga. Pendidikan gizi yang berkelanjutan dan praktis harus terus digencarkan agar konsep "isi piringku" benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat. Dengan sinergi antara program pemerintah yang masif dan kesadaran kolektif di rumah, harapan untuk menyambut generasi Indonesia dengan kualitas SDM unggul seperti negara-negara yang telah lebih dulu berinvestasi di bidang gizi, bukanlah hal yang mustahil.
Sumber: www.Liputan6.com - hari gizi nasional 2026 kepala bgn bongkar alasan gizi seimbang mempengaruhi kualitas anak Indonesia
0 Komentar