Breaking News

Gubernur BI Beberkan Akar Pelemahan Rupiah Hingga Hampir Menyentuh Rp17.000 per Dolar AS


INDONESIANMIND.COM | Jakarta, 21 Januari 2026 — Gubernur BI Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah Dekati Rp17.000 per Dolar AS. Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah mengalami tekanan signifikan sehingga hampir menembus Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan 20 Januari 2026. Hal ini diungkapkan Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers pasca-Rapat Dewan Gubernur (RDG) di Jakarta, Rabu (21/1).

Perry menekankan bahwa kondisi global menjadi faktor utama pelemahan rupiah. Ketidakpastian pasar internasional, termasuk gejolak geopolitik, kebijakan tarif Amerika Serikat, serta imbal hasil obligasi AS yang tinggi, telah menguatkan dolar dan mendorong aliran modal keluar dari pasar negara berkembang seperti Indonesia. Data menunjukkan capital outflow mencapai USD 1,6 miliar hingga 19 Januari 2026.

Selain faktor eksternal, kebutuhan valas domestik turut menambah tekanan. Permintaan dari perbankan dan sejumlah perusahaan besar, termasuk BUMN seperti Pertamina dan PLN, meningkat. Perry juga menyinggung persepsi pasar terhadap proses pencalonan Deputi Gubernur BI, meski menegaskan proses tersebut sesuai hukum dan tidak mengganggu independensi bank sentral.

Dalam merespons kondisi ini, BI telah meningkatkan intervensi di pasar spot dan instrumen forward untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Perry optimistis, dengan fundamental ekonomi yang kuat, cadangan devisa memadai, dan langkah stabilisasi yang konsisten, rupiah akan kembali stabil dan berpotensi menguat.


Sumber: Gubernur BI Jelaskan Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah hampir Rp 17.000 Per Dolar AS

0 Komentar

© Copyright 2022 - Indonesian Mind