INDONESIANMIND.COM | Beijing, 23 Januari 2026 - Pemerintah China menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meragukan penggunaan energi angin di negara itu. Dalam konferensi pers di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menegaskan bahwa China memiliki kapasitas energi angin terbesar di dunia, sekaligus menunjukkan komitmen kuat negara tersebut terhadap pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari strategi transisi energi global.
China menyatakan bahwa kapasitas terpasang tenaga angin di negaranya telah memimpin secara global selama 15 tahun berturut-turut dan melampaui 600 juta kilowatt hingga akhir November 2025. Pernyataan ini sekaligus menepis klaim bahwa China hanya memproduksi turbin angin tanpa pemanfaatan dalam negeri.
Selain dominasi dalam kapasitas angin, China juga menunjukkan kontribusi besar dalam mengurangi emisi karbon di negara lain melalui ekspor produk energi angin dan surya, yang membantu pemotongan emisi hingga miliaran ton dalam beberapa tahun terakhir. Negara ini juga menegaskan siap bekerja sama secara internasional dalam memajukan transisi ke ekonomi hijau dan rendah karbon.
Klarifikasi tegas ini datang setelah Trump dalam pidatonya di World Economic Forum di Davos, Swiss, menyatakan bahwa meskipun China memproduksi sebagian besar turbin angin dunia, ia “belum menemukan ladang angin di China”. Pernyataan tersebut memicu respons diplomatik dari Beijing yang menekankan fakta objektif tentang kapasitas energi terbarukan negara itu.
Sumber:

0 Komentar