Industri perfilman Indonesia semakin menunjukkan kemajuan yang signifikan, baik dari sisi jumlah penonton maupun pengakuan internasional. Sepanjang 2025, sejumlah film lokal mencuri perhatian publik, mendapat sambutan hangat di festival, serta sukses secara komersial dan kritik.
1. Jumbo – Film Animasi Indonesia Terlaris Sepanjang Masa
Film animasi Jumbo menjadi fenomena besar di bioskop Indonesia setelah dirilis pada 31 Maret 2025. Menurut data yang tercatat, Jumbo mampu menjadi film animasi Indonesia dengan pendapatan tertinggi dan jumlah penonton yang luar biasa, bahkan mengalahkan beberapa film internasional di pasar lokal. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa film animasi Indonesia bisa bersaing dan diminati oleh penonton dari berbagai usia, sekaligus menjadi salah satu karya lokal yang mampu menarik perhatian publik secara luas.
2. Agak Laen 2 – Sekuel yang Menjadi Box Office Baru
Sekuel Agak Laen: Mystery Of The Nursing Home berhasil mencatat lebih dari 7,48 juta penonton dalam 18 hari pertama penayangan, dan diperkirakan akan terus tumbuh hingga akhirnya berpotensi mencapai rekor baru di industri film Indonesia. Film ini menggabungkan elemen komedi dan misteri yang mampu menarik minat penonton dari berbagai kalangan.
3. Esok Tanpa Ibu
Rilis awal 2026 menunjukkan bahwa film Esok Tanpa Ibu mulai meramaikan layar bioskop Indonesia, mengisahkan dinamika keluarga yang terpengaruh oleh teknologi canggih yang dikembangkan untuk membantu anggota keluarga yang sakit. Film ini menjadi bagian dari gelombang karya lokal yang langsung bersaing di awal tahun.
4. Sebelum Dijemput Nenek
Film ini tayang bersamaan dengan beberapa judul lainnya di awal 2026 dan menarik perhatian penonton karena cerita emosionalnya yang mengangkat hubungan keluarga serta kenangan masa kecil.
5. Sengkolo Petaka Satu Suro
Masih bagian dari rilisan awal 2026, film ini menyuguhkan nuansa horor dan misteri yang juga menjadi favorit beberapa penonton di pekan pertama tayangnya di bioskop nasional.
6. Pengku
Film Pangku kembali menjadi sorotan setelah meraih penghargaan di sejumlah festival internasional. Menteri Kebudayaan Indonesia menyampaikan apresiasi karena karya ini menunjukkan bahwa budaya lokal Indonesia memiliki daya tarik global, yang dibuktikan lewat prestasinya di Festival QCinema Internasional di Filipina.
7. Little Rebels Cinema Club
Film pendek karya sutradara Indonesia ini berhasil memenangkan penghargaan Crystal Bear di Festival Film Internasional Berlin “Berlinale” ke-75. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sinema pendek Indonesia juga mampu bersaing di panggung internasional dan menarik perhatian dunia film global.
0 Komentar