Breaking News

7 Fakta Menarik Desa Wae Rebo, “Negeri di Atas Awan” yang Diakui UNESCO


INDONESIANMIND.COM | Flores — Desa adat Wae Rebo yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal sebagai salah satu permata budaya dan alam Indonesia yang memikat wisatawan dalam dan luar negeri. Dihuni oleh komunitas adat Manggarai dan berdiri di ketinggian pegunungan, desa ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan tradisi dan sejarah yang unik. 

Berikut 7 fakta menarik yang perlu diketahui tentang Wae Rebo: 

1. “Negeri di Atas Awan” dengan Ketinggian Unik
Wae Rebo berada sekitar 1.088–1.200 meter di atas permukaan laut, membuatnya sering diselimuti kabut tipis di pagi hari dan memberi kesan seolah desa ini berada di awan. Lokasinya yang tinggi memberi pengalaman pemandangan alam yang menakjubkan. 

2. Dihuni Tujuh Rumah Adat Mbaru Niang
Ciri khas desa ini adalah tujuh unit rumah adat tradisional yang disebut Mbaru Niang. Rumah-rumah kerucut ini memiliki lima tingkat dengan atap dari daun lontar dan serat alam, masing-masing memiliki fungsi tertentu, mulai dari ruang tinggal hingga tempat persembahan leluhur. 

3. Diakui Sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO
Keindahan dan warisan budaya Wae Rebo diakui secara internasional ketika desa ini ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO pada 2012 sebagai penghargaan atas pelestarian tradisi dan arsitektur uniknya.  

4. Perjalanan Menuju Wae Rebo Butuh Perjuangan
Untuk mencapai desa ini, wisatawan biasanya menempuh perjalanan panjang: dari Labuan Bajo menuju Desa Denge sekitar beberapa jam, lalu dilanjutkan dengan trekking 2–3 jam melewati hutan dan jalur pegunungan sebelum tiba di Wae Rebo — sebuah pengalaman yang jadi bagian dari petualangan. 

5. Kehidupan Adat dan Ritual yang Kental
Selain arsitektur, Wae Rebo juga dikenal lewat upacara adat “Penti” yang digelar oleh warga sebagai bentuk syukur atas hasil panen dan perlindungan selama setahun, lengkap dengan tarian, nyanyian, dan persembahan khas lokal. 

6. Penduduknya Punya Sejarah Migrasi Menarik
Uniknya, masyarakat Wae Rebo dipercaya sebagai keturunan migran dari Minangkabau (Sumatra Barat) yang menetap secara turun-temurun di Flores setelah leluhur mereka, Empo Maro, melakukan perjalanan panjang dan akhirnya memilih lokasi ini sebagai tempat tinggal. 

7. Desanya Hidup dengan Kehidupan Tradisional dan Alam Asri
Wae Rebo masih terjaga keasliannya: penduduk sebagian besar hidup sebagai petani, penenun, dan pengrajin kopi lokal, serta desa ini dikelilingi hutan tropis yang rimbun dan pemandangan perbukitan yang tenang, membuatnya menjadi tujuan budaya sekaligus alam yang autentik. 

Desa Wae Rebo bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol pelestarian budaya tradisional dan harmoni kehidupan masyarakat adat dengan alam sekitar — sebuah potret Indonesia yang jarang ditemui di tempat lain. 

Sumber:

0 Komentar

© Copyright 2022 - Indonesian Mind