Breaking News

7 Fakta di Balik “Gas Tertawa” yang Viral di Medsos, Bahayanya Bisa Lebih Serius dari yang Kamu Bayangkan


INDONESIANMIND.COM | Jogja — Fenomena “gas tertawa” yang tengah ramai dibahas di media sosial bukan sekadar tren lucu-lucu belaka. Gas yang sebenarnya adalah nitrous oxide (NO) ini sering disalahgunakan untuk sensasi euforia singkat, tetapi di balik sensasi itu tersimpan risiko serius yang dapat berdampak pada kesehatan hingga mengancam nyawa. 

Berikut 7 fakta penting yang perlu kamu pahami tentang gas ini: 

1. Sebenarnya Bukan “Nitrogen” yang Kita Hirup Sehari-hari
Gas tertawa yang ramai disebut di media sosial adalah nitrous oxide (NO), bukan nitrogen biasa (N) yang ada di udara. NO memiliki efek psikoaktif yang bisa memicu euforia sesaat dan rasa ringan sehingga dianggap “menghibur.” 

2. Dikemas Menarik dan Dipasarkan sebagai Produk Kuliner
Nitrous oxide sering dijual dalam tabung atau kaleng warna-warni yang kerap dipasarkan untuk industri makanan — terutama sebagai bahan whipped cream. Kemasan yang menarik ini tanpa disadari mendorong penyalahgunaan di kalangan remaja dan pengguna media sosial. 

3. Penjualan Bebas Meningkatkan Risiko Penyalahgunaan
Karena masuk dalam kategori alat bantu kuliner, gas ini bisa dibeli bebas secara daring maupun di toko fisik. Ukuran tabung yang makin besar menyebabkan lebih banyak orang dapat mencobanya berulang kali sehingga risiko penyalahgunaan meningkat. 

4. Risiko Hipoksia dan Kekurangan Oksigen Tubuh
Menghirup nitrous oxide dapat mengurangi jumlah oksigen yang masuk ke tubuh, yang berpotensi menyebabkan hipoksia — kekurangan oksigen — dengan komplikasi serius seperti pingsan, kejang, gangguan jantung, atau bahkan kematian dalam kasus ekstrem. 

5. Kerusakan Sistem Saraf Jangka Panjang
Abuse gas nitrous oxide yang berulang atau dalam jumlah besar ternyata bisa mengganggu metabolisme vitamin B12 di tubuh, yang penting untuk kesehatan saraf. Kekurangan B12 bisa memicu kerusakan saraf permanen, paralisis, atau gangguan koordinasi. 

6. Bahaya Fisik Langsung dari Pemakaian yang Tidak Tepat
Gas yang dilepaskan langsung dari tabung bertekanan tinggi sangat dingin, sehingga dapat menyebabkan luka bakar dingin pada kulit, mulut, atau saluran napas. Selain itu, penggunaan gas tanpa pengawasan medis meningkatkan kemungkinan cedera serius pada paru-paru atau sistem pernapasan. 

7. Risiko Psikologis dan Kecanduan
Meskipun tidak sama seperti kecanduan narkotika klasik, penggunaan nitrous oxide secara rekreasional dilaporkan bisa menimbulkan ketergantungan psikologis, gangguan kognitif, dan perubahan perilaku — terutama pada remaja yang otaknya masih berkembang. 

Gas yang awalnya digunakan secara medis sebagai anestesi ringan tetap memiliki peran penting dalam praktik kedokteran bila digunakan dengan campuran oksigen yang benar dan pengawasan profesional. Namun, kalau disalahgunakan sebagai hiburan tanpa kontrol, risiko yang ditimbulkannya jauh dari sekadar tawa singkat — bahkan bisa berujung pada bahaya kesehatan jangka panjang dan kematian. 

Sumber:

0 Komentar

© Copyright 2022 - Indonesian Mind