Asupan kalori lebih tinggi
Nasi goreng umumnya dimasak dengan minyak dan tambahan bahan seperti telur, sosis, atau ayam, sehingga kandungan kalorinya lebih tinggi dibanding nasi putih biasa.
Berisiko meningkatkan kolesterol
Penggunaan minyak berlebih serta tambahan lemak hewani dapat memicu peningkatan kadar kolesterol jika sering dikonsumsi.
Kandungan garam cenderung tinggi
Kecap, saus, dan bumbu instan pada nasi goreng mengandung natrium tinggi yang berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Kurang serat jika minim sayuran
Nasi goreng tanpa sayuran atau lauk sehat dapat menyebabkan asupan serat harian tidak tercukupi.
Berpotensi memicu kenaikan berat badan
Kombinasi karbohidrat, lemak, dan kalori tinggi membuat nasi goreng berisiko memicu penambahan berat badan bila dikonsumsi terlalu sering.
Kurang seimbang gizinya
Jika tidak dilengkapi protein berkualitas dan sayuran, nasi goreng bisa menjadi makanan tinggi energi namun rendah zat gizi penting.
Tetap aman jika diolah lebih sehat
Risiko tersebut dapat ditekan dengan mengurangi minyak, membatasi garam, serta menambahkan sayuran dan protein sehat.

Komentar0