Breaking News

15 Kuliner Khas Serang yang Patut Dicicipi, dari Sate Bandeng sampai Kue Jojorong

INDONESIANMIND.COM| Serang, sebagai ibu kota Provinsi Banten, tidak hanya dikenal melalui pesona wisata dan jejak sejarahnya, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang mampu memanjakan lidah. Beragam hidangan khas Serang telah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat setempat, yang mencerminkan perpaduan antara tradisi lokal dan pengaruh budaya luar.

Kota yang pernah menjadi pusat Kesultanan Banten ini menyimpan banyak sajian istimewa yang bukan hanya lezat, tetapi juga sarat nilai historis. Bahkan, sejumlah makanan tertentu dulunya merupakan hidangan favorit para Sultan Banten dan disajikan dalam berbagai acara kerajaan.

Bagi Anda yang berencana berkunjung ke Serang atau ingin mengenal lebih jauh kuliner khas daerah ini, berikut deretan makanan khas Serang yang patut dicoba, sebagaimana dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (21/1/2025).

1. Sate Bandeng
Sate Bandeng merupakan kuliner paling ikonik dari Serang. Pada masa lalu, hidangan ini menjadi sajian istimewa bagi Sultan Banten dan hanya dihidangkan pada acara tertentu. Proses pembuatannya cukup rumit, dimulai dari memisahkan daging ikan bandeng dari durinya tanpa merusak kulit, kemudian dagingnya dihaluskan bersama bumbu rempah dan santan sebelum dimasukkan kembali ke dalam kulit ikan.

Rasa Sate Bandeng didominasi cita rasa gurih dari santan dan rempah-rempah yang kuat. Proses pembakaran menggunakan bara api menghasilkan aroma asap yang khas dan menggugah selera. Harga seporsi Sate Bandeng umumnya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000, tergantung ukuran ikan.

2. Nasi Sumsum
Nasi Sumsum merupakan sajian khas yang memadukan nasi putih dengan sumsum tulang kerbau. Hidangan ini dibumbui dengan rempah seperti daun salam, serai, cabai, dan bawang. Nasi dan sumsum dimasak secara terpisah sebelum digabungkan melalui proses penggorengan.

Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang kuat, terutama dari sumsum yang meleleh di mulut. Aroma daun pisang yang digunakan saat proses pemanggangan turut menambah kenikmatan hidangan ini. Biasanya, Nasi Sumsum disajikan bersama sambal kacang dan otak-otak ikan, dengan harga sekitar Rp25.000–Rp35.000 per porsi.

3. Rabeg
Rabeg adalah hidangan yang mendapat pengaruh kuat dari kuliner Timur Tengah. Nama Rabeg diambil dari Kota Rabigh di Arab Saudi, tempat Sultan Maulana Hasanuddin pernah singgah ketika menunaikan ibadah haji. Makanan ini berbahan dasar daging kambing yang dimasak bersama rempah seperti pala, jahe, lengkuas, dan cabai rawit.

Dagingnya bertekstur empuk dengan kuah kental bercita rasa pedas dan gurih. Aroma rempah yang kuat menjadi ciri khas Rabeg, memberikan sensasi hangat saat disantap. Harga seporsi Rabeg biasanya berada di kisaran Rp40.000 hingga Rp60.000.

4. Angeun Lada
Angeun Lada merupakan masakan tradisional khas Serang yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2016. Hidangan ini berbahan dasar jeroan sapi atau kerbau yang dimasak dengan aneka rempah. Keunikan Angeun Lada terletak pada penggunaan daun walang yang memiliki aroma khas menyerupai walang sangit.

Kuahnya sekilas mirip gulai, tetapi memiliki rasa yang lebih kompleks. Angeun Lada kerap hadir dalam perayaan besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Harga per porsinya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp45.000.

5. Sambal Buroq
Sambal Buroq merupakan sajian khas yang umumnya hanya tersedia saat hari raya. Keistimewaannya terletak pada penggunaan kulit buah melinjo tua berwarna merah sebagai bahan utama. Kulit melinjo diolah bersama cabai dan bumbu tradisional hingga menghasilkan sambal dengan cita rasa khas.

Perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih menjadikan Sambal Buroq sebagai pelengkap favorit hidangan Lebaran seperti ketupat, opor, dan rabeg. Harga seporsinya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000.

6. Ketan Bintul
Ketan Bintul adalah makanan tradisional yang telah ada sejak abad ke-15 dan dikenal sebagai hidangan favorit para Sultan Banten. Makanan ini dibuat dari ketan putih yang dimasak dengan santan kental dan daun pandan, lalu ditumbuk saat masih hangat agar teksturnya tetap pulen.

Biasanya, Ketan Bintul disajikan dengan taburan serundeng dan bawang goreng. Hidangan ini sering dijadikan menu berbuka puasa dan disantap bersama semur daging. Harga per porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.

7. Sayur Besan
Sayur Besan merupakan hidangan istimewa yang kerap disajikan dalam prosesi lamaran atau pernikahan. Bahan utamanya adalah terubuk yang dimasak dengan bumbu kunyit, menghasilkan warna kuning yang khas. Hidangan ini dilengkapi daging sapi, soun, kentang, dan petai.

Kuahnya bercita rasa gurih dengan sentuhan manis alami dari terubuk. Dalam tradisi masyarakat Serang, Sayur Besan melambangkan penyatuan dua keluarga. Harga seporsinya berkisar antara Rp35.000 hingga Rp50.000.

8. Laksa Banten
Laksa Banten mencerminkan perpaduan berbagai pengaruh kuliner yang berkembang di Serang. Hidangan ini terdiri dari bihun atau soun yang disajikan dengan kuah santan kental berwarna kuning oranye, dilengkapi ayam atau udang, telur rebus, tauge, dan tahu.

Racikan bumbu rempahnya menghasilkan rasa yang kaya namun seimbang. Taburan bawang goreng dan daun kucai menambah aroma serta cita rasa. Harga Laksa Banten umumnya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp35.000 per porsi.

9. Kue Jojorong
Kue Jojorong merupakan jajanan tradisional yang sering hadir dalam berbagai acara adat. Terbuat dari tepung beras dan santan dengan isian gula aren, kue ini dikukus hingga menghasilkan tekstur lembut menyerupai puding.

Karena berbahan dasar santan, Jojorong sebaiknya segera dikonsumsi agar tetap segar. Dibungkus daun pisang dan berbentuk bulat, kue ini dijual dengan harga sekitar Rp5.000–Rp7.000 per buah.

10. Pasung Merah
Pasung Merah adalah kue tradisional dengan warna merah kecokelatan alami dari gula merah. Kue ini terdiri dari dua lapisan dengan rasa manis dan gurih yang seimbang, dibungkus daun pisang berbentuk kerucut sebelum dikukus.

Aroma daun pisang menambah kelezatan kue ini. Harga Pasung Merah berkisar antara Rp5.000 hingga Rp8.000 per buah.

11. Leumeung
Leumeung adalah hidangan berbahan ketan yang dimasak dengan santan dan bumbu pilihan. Keunikannya terletak pada teknik memasak menggunakan daun pisang dan bambu sebagai pembungkus, lalu dibakar hingga matang.

Teksturnya pulen dengan aroma bambu yang khas. Leumeung sering disajikan dengan telur asin atau serundeng, dan umum dijumpai dalam acara adat di Pandeglang. Harga seporsinya sekitar Rp25.000–Rp35.000.

12. Pecak Bandeng
Pecak Bandeng merupakan olahan ikan bandeng goreng yang disajikan dengan sambal pecak. Sambalnya dibuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, dan perasan jeruk nipis yang memberikan rasa segar.

Perpaduan ikan bandeng yang gurih dengan sambal pedas asam menciptakan cita rasa yang khas. Harga seporsinya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp45.000.

13. Gipang
Gipang adalah camilan tradisional khas Serang yang terbuat dari beras ketan dan gula cair. Teksturnya renyah di bagian luar namun tetap lengket di dalam.

Kini, Gipang hadir dalam berbagai varian rasa seperti pandan dan kacang. Harga per bungkus biasanya berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp25.000.

14. Cucuer
Cucuer merupakan jajanan tradisional yang memiliki nilai historis tinggi. Terbuat dari tepung beras dan diberi warna hijau alami dari daun suji, kue ini digoreng dengan teknik khusus agar menghasilkan tekstur yang tepat.

Dalam tradisi Serang, Cucuer sering disajikan sebagai bentuk penghormatan kepada Raja-Raja Banten, terutama saat Ramadan. Disajikan dengan kelapa parut asin, harganya berkisar antara Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi.

15. Balok Menes
Balok Menes berasal dari masa penjajahan Belanda, ketika masyarakat mengalami keterbatasan beras. Makanan ini dibuat dari singkong yang ditumbuk hingga sangat halus.

Disajikan dengan serundeng dan bawang goreng, Balok Menes menyimpan kisah ketahanan dan perjuangan masyarakat Serang. Harga seporsinya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000.

Beragam makanan khas Serang tersebut mencerminkan kekayaan kuliner yang sarat akan nilai sejarah dan budaya. Mencicipinya tidak hanya memberikan pengalaman rasa yang berkesan, tetapi juga memperkaya pemahaman tentang identitas dan warisan budaya masyarakat setempat.

0 Komentar

© Copyright 2022 - indonesianmind.com